Gara2 VIM versi windows :), abah teringat padanya. Sejak dulu memang abah mencintainya. Ingin sekali abah menjadikannya sahabat. Yang menemani kerja, curhat, bersenang-senang. Kadang cinta tak berarti harus memiliki
Kemampuan abah tidak pernah dapat menggapainya. Pernah beberapa kali berusaha membawanya ke dalam “hati” abah. Tapi hiks…sekali waktu dia bilang ada yang tidak compatible di hati abah. Lain waktu sudah terpasang dalam hati…tapi putus asa karena tidak dapat menguasainya. Sekarang rutinitas kerja semakin menjauhkan darinya. Cinta memang membutuhkan pengorbanan
Akhirnya abah sebatas hanya mengenalnya. Sebatas mengenal permukaannya. Editornya, command shell sederhananya, upload, download. Padahal hatinya-lah yang harus abah kuasai. Agar cinta tak bertepuk sebelah tangan
Tapi cinta takkan pernah usang. Insya Allah di kemudian hari, abah akan memberikan sepenuh hati untuk menggapai dirimu Linux. Sekarang abah hanya bisa bilang…Linux, I love u. Anakku, Adilah dan Raina cintailah linux.
Adakah yang akan membawa abah untuk mendapatkan cintanya???

Comments 3
Halah… pagi-pagi udah ngelantur abah…
Iya emang linux udah lama ga terdengar lagi kabarnya… udah lama ga lihat dia manggung lagi… udah kurang bersinar lagi sepertinya.
Kasihan… linux daratista… mungkin bor nya udah tumpul dan usang.
Posted 01 Jul 2008 at 8:59 pm ¶Cinta tidak akan datang jika kita tak menghampirinya. Jemputlah cinta itu agar cinta mau datang ke abah.
Posted 03 Jul 2008 at 6:51 am ¶pernah tuh jemput cinta…eh malah cinta palsu
Posted 11 Jul 2008 at 10:10 am ¶Post a Comment