Selepas sholat wajib, selalu abah berdo’a. Diantaranya yang abah selalu panjatkan adalah:
“Robbana hablana min azwaajina wa dzuriyyaatinaa qurrota ‘ayuni waj’alna limuttaqiina imaamaa“ (QS 25:74)
Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang2 yang bertakwa
Menurut Syaikh As-Sa’idi di dalam tafsirnya bahwa anak akan menjadi qurrota ‘ayun (penyejuk hati) apabila ia tumbuh menjadi anak yang taat kepada Rabb mereka, berilmu dan mau mengamalkan ilmunya, sehingga kebaikannya akan bermanfaat bagi kedua orang tuanya dan kaum muslimin secara umum.
Masalahnya faktor apa yang akan membimbing anak untuk tumbuh menjadi penyejuk hati? Yang paling utama adalah orang tua yang sholeh/sholehah. Kalo meniru kata Aa Gym, teladan bagi anak.
Bagaimana anak tahu bahwa adzan itu adalah perintah sholat, jika ketika adzan abahnya bukan ambil wudhu untuk menyegerakan sholat, malah nonton tv, maen games. Gimana nggak jadi perokok, klo setiap harinya anak menghisap racun dari kepulan asap rokok abahnya.
Pengennya anaknya sholehah, eh ibunya bepergian ngumbar aurat..naudzubillah. Ya wajar jika anaknya gak berjilbab, malah pakai you can see. Star dut kesenangan ibunya, syukur2 si anak gak bercita2 jadi artis, tapi klo goyang mah anak dijamin bisa.
Tiap hari lihat abahnya dan ibunya bareng2 baca buku…masa iya si kecil ogah2an gak tertarik. Apalagi tiap bulan buku buat si anak sudah dianggarkan. Bukankah buku itu sumber ilmu?
So buat para ortu…anak anda ditangan anda..bukan di tangan guru atau siapa pun. Hidup ortu
Oh iya lupa gimana anaknya seneng yg open source…os laptop abahnya pake Microsoft Windows..linux dong ah. Kecuali di kantor ya
sebagian dikutip dari buku: Selamat Anak Anda Luar Biasa, Muhammad Albani.